Jumat, 23 November 2012

Cerpen

hhehe, kali ini gue lagi nyoba- nyoba nulis cerpen, yah walau pun masih belepotan sih, hhehe, ya udah di baca dulu aja guys, jangan lupa komen yaa, buat masukan :) satu lagi, gue belum tau nih, judul buat cerpennya apa, kalo ada yang mau ngasih saran, komen aja, oke?
let's check it


Rifa berlari (tepatnya melayang) sekencang yang dia bisa, rumah dan toko disekitar tampak kabur di pandangan matinya. Rifa tak lagi memikirkan Rival, cowok ganteng yang selama ini menghiasi harinya (tepatnya dulu menghiasi harinya) telah merusak kepercayaannya.

Rifa sampai didepan pintu sebuah rumah megah yang terletak di tengah kompleks perumahan elite, ya, rumah megah di jalan putih itu baru saja berkabung, 2 hari yang lalu, mereka kehilangan sosok seorang gadis remaja yang periang, kecelakaan, hanya itu yang polisi katakan, Rifa! dialah gadis malang itu.

Tanpa repot Rifa menembus pintu rumah, memperhatikan ruang keluarga yang berantakan membuat hatinya sakit, lebih sakit lagi saat melihat sang ibu terduduk lemah di tepi ranjang kamar besar, menangis, cekungan dibawah matanya terlihat jelas, menandakan ia  belum tidur lebih dari semalam. Rifa duduk diranjang tepat disebelah ibunya, berharap dapat memberikan sedikit rasa tenang dalam hati sang ibu, tapi saat Rifa mencoba memeluk sang ibu, tangannya tembus melewati badan ibu, bagai asap. Jelas saja, Rifa hantu sekarang.
Tanpa menunggu lebih lama (yang akan membuat hati Rifa semakin sakit), ia melayang kelantai atas, Kamar, ruangan 4 X 5 meter yang bercorak biru putih dengan gambar Eifel besar didinding, ruangan yang sama yang ditidurinya 2 hari yang lalu, ruangan yang selalu menjadi tempat paling nyaman untuk Rifa, kalau bisa menangis, mungkin air matanya sudah membanjir, namun tidak, di tidak bisa menangis lagi sekarang, dia hantu, tapi rasa sakit dan sedih yang menghujam dadanya tetap terasa, sangat perih!
Rifa mengambil sebuah diary didalam lacinya, diary berwarna putih dengan sampulkain berwarna eifel, -ya Rifa sangat mencintai Prancis-, diarynya selama SMA, kenangan dengan Rival, dibukanya dan dibacanya.

"Dear, Diary
ini hari pertama gue masuk sekolah, seneng seneng seneng banget banget, hhaha, tapi hari ini gue juga ketemu sama 2 cowok, kakak kelas gue, gila deh, yang satu baiik banget, eh yang satu lagi sumpah deh nyebelin!"

Tanpa ia sadari, diary ini lebih banyak bercerita tentang cowok yang jutek itu, ia kembali mengenang saat pertama masuk sekolah, bagaimana ia bertemu Rival -si cowok baik, care dan langsung bisa dekat dengan Rifa-, dan Edgar -si cowok jutek sahabat Rival-

"hey" dengan senyum menawan sambil mengulur tangan Rival menghampiri Rifa. "Gue Rival"
"eh, hey" rifa yang kaget sambil malu-malu mengulurkan tangan "Rifa"
"nama kita mirip, jodoh kalia yaa, hhaha" Rival dengan enteng yang membuat wajah rifa merona
"lo?" rifa menjulurkan tangan ke edgar sambil tersenyum manis
"edgar" jawab cowok itu cuek sambil membuat balon balon ari permen karet dimulutnya.
"bro" kata edgar sambil menunjuk kedepan dengan kepalanya yang mengertikan ia akan pergi kesana "ketemu dikelas" edgar berjalan pergi tanpa melihat rifa.
"oke" teriak rifal pada edgar "sorry, anaknya emang gitu, tapi dia baik kok. Gue kelas dua, lo pasti anak baru?
"ah, eh iya kak, gue anak baru"

itulah pertemuan pertama rifa, rival, dan edgar.

hari- hari berlalu, rival semakin sering bertemu dengan rifa, yang secara otomatis rifa juga semakin sering bertemu dengan edgar, sehingga mereka bertiga bisa saling mengerti, rifa, gadis imut yang manis yang selalu ditemani dua cowok ganteng rival dan edgar (dua sahabat yang berbeda jauh, tapi tetap, sama- sama ganteng, kalo rival jago basket, edgar jago berantem, kalo rival suka ngelukis, edgar suka music, kalo rival seperti air panas yang menentramkan, edgar bagaikan es batu yang udah pasti beku, dingin banget, rival yang dikagumi cewek cewek dan edgar yang tertutup. tapi edgar selalu lebih tanggap dari rival, lebih cepat ambil tindakan.).

akhirnya 2 bulan setelah perkenalan rival berhasil jadian sama rifa, dimana malam sebelum rival menyatakan perasaannya kepada rifa, ia bercerita pada edgar, yang sebenarnya edgar juga merasakan hal yang sama
"kenapa?" tanya dingin edgar
"gue, emm, aa, enggak, gue cuma, aa, hmm.. jat...."
"lo jatuh cinta, sama siapa?" tanya edgar langsung memotong rival
"rifa"
"oh, yaudah tembak"
tapi tanpa rival ketahui edgar juga ingin mengatakan hal yang sama, 2 bulan ini ia dekat dengan rifa, meperhatikan gadis imut yang satu itu, tak bisa ia pungkiri, gadis itu berhasil mengisi relung hati dan malam malam gelapnya, tapi apa boleh buat, rival sahabatnya dan rival telahunya rencana. ia tak ingin menghancurkan persahabatannya

2 hari sebelum rival mengatakan ini, edgar mengajak rifa berjalan- jalan disebuah taman, mereka menghaabiskan akhir minggu bersama, disini rifa tahu, dia menyukai edgar.

tapi keadaan beriutnya berkata lain, yang memintanya menjadi pacar justru sahabat edgar. Rival!
"fa,"
"ya kak, kenapa?"
"guee, hmm, gue lagi jatuh cinta nih"
"oh ya? sama siapa? kak widya ya" rifa tidak peka
widya itu anak kelas rival yang suka sama rival, cantik dan juga kapten cheersa
"bukan."
"terus?"
"elo!"
sontak rifa kaget
"gu.. gue kak?"
"iya, kenapa? lo gabisa ya? lo suka sama orang lain?" tanya rival tersiksa
rival benar, rifa suka sama orang lain, tapi bagaimana? edgar sahabat rival
"gue gabisa jawab sekarang kak, gapapa kan?"
rival hanya mengangguk dan siap dengan keputusan terburuk

sampai dikamar rifa merenungkan apa yang baru saja terjadi, ia tak percaya rival memintanya menjadi pacar, kenapa? kenapa rival? kenapa bukan edgar? rifa yang bingung mengambil hp dan mengetik "kak", mengirimkannya kepada egdar. tak lama ia dapat balasan
"apa?",
"barusan kak rival nembak aku, gimana?",
rifa berharap egdar melarangnya menerima rival
"bagus, terima aja, rival baik"
rifa sudah biasa dengan sms pendek pendek dari edgar, tapi yang kali ini terasa sakit, karena ia mengira edgar tidak menyukainya, dan mulai saat itu rifa mencoba melupakan edgar dan belajar mencintai rival

8 bulan berlalu, rival mulai berubah, suka bphong, batalin janji senaknya, suka bentak bentak, yang tanpa rifa tau rival selingkuh dengan widya

"val, lo apaapaan? lo kan udah punya rifa!" bentak edgar
"apa sih men?, siapa juga yang serius sama anak kecil manja gitu? ogah gue! balas rival tak kalah sengit
"gue ganyangka,,,"
"lo kenapa sih? lo suka sama dia? ambil sana, gue gabutuh anak kecil kayak gitu!
"gue gakenal elo yang ini!"
"terserah!"
teriak rival mengiringi kepergian edgar, dan melanjutkan bermesraan dengan widya
(tentu rifa tak tahu percakapan ini)

***
rifa terpaku ditempatnya, diarynya telah habis dibacanya, ia sakit lagi, teringat kembali peristiwa pedih 2 hari yang lalu.

***
setengah jam sebelum mobil yang dikendarai rifa menabrak terjepit diantara 2 truk yang langsung dapat dipastikan menelan nyawa rifa.
tepat 8 bulanhubungannya dengan rival, malam minggu yang menyakitkan, melihat rival dan widya bermesraan disebuah taman, tanpa pikir panjang lagi, rifa menekan pedal gas dalam dalam yang mengakibatkan kecelakaan naas itu, memang rifa yang malang.

***

hari berikutnya, setelah mayatnya dikuburkan, arwah rifa berjalan menuju jembatan pemisah anatara dunia manusia dan dunia yang akan ditempatinya kini.
tapi tiba tiba ia dihadang oleh seorang malaikat
"maaf anak malang, kau belum bisa menyeberang, luka dihatimu bisa menodai keputihan dan kebersihan jembatan, kau harus kembali dan mencari pengobat hatimu didunia, kau harus mampu memaafkan dan merelakan”
Sebelum rifa sempat bertanya maksudnya, malaikat penjanga itu telah menghilang. Rifa hanya bisa berbalik dan berlari (tepatnya melayang) sekencang yang dia bisa, rumah dan toko disekitar tampak kabur dipandangan matinya. Rifa tak lagi memikirkan Rival, cowok ganteng yang selama ini menghiasi harinya (tepatnya dulu menghiasi harinya). Tanpa disadari rifa, Edgar muncul begitu saja dalam benaknya.

***

Rifa masih tercenung memikirkan deretan kejadian dalam hidupnya. Rival cowok brengsek yang menyusahkan hidup dan matinya. Tak hanya saat hidup rifa dsakiti oleh Rival, tapi kematiannya yang terluka juga dihalangi oleh rival si brengsek itu.
Rifa meletakkan kembali diary putih eifelnya didalam laci, lalu menembus lantai kamar yang tiba di kamar sang ibu, berbisik pelan
“ma, rifa sayaaang banget sama mama, rifa pergi ya ma, rifa akan selalu hidup dihati mama, maafin rifa juga yang belom bisa bikin mama bangga, bikin mama bahagia”


Rifa melayang dengan cepat. Rumah Edgar! Itu tujuannya, tapi saat melewati jembatan sebelum sampai dirumah edgar, rifa melihat sosok yang sangat dikenalnya, memakai pakaian serba hitam, rambut berantakan, cekungan jelas terlihat dimatanya, sorot mata letihnya menegaskan ia belum tidur selama kira kira 2 hari, yang berarti semenjak kematian rifa. Edgar! Ya itu edgar.
Rifa melihat sebuket bunga mawar merah dan putih –kesukaan rifa- beserta sepucuk surat beramplop eifel yang cantik digenggaman edgar. Rifa memandangi sosok kakak kelas yang ternyata sampai sekarang masih ada di relung hatinya, perasaan itu buncah kembali, ya, edgar masih memiliki tempat itu dihatinya, sekarang untuk selamanya, tak kan terganti

Edgar melemparkan mahkota mahkota bunga mawar kesungai dibawah jembatan, pada tangkai terakhir, diselipkannya sepucuk surat dan dilempanya ke sungai. Rifa sangat ingin tahu isi surat tersebut, dan di tahu pasti bahwa surat itu dialamatkan kepadanya. Karena tidak mau menarik perhatian banyak orang dengan melihat surat yang leyang diatas sungai, rifa menunggu sampai surat itu sampai ke terowonagna diujung sungai, disana dia membaca surat yang ditulis dengan tulisan edgar paling indah, dengan jiwa edgar yang lain, jiwa edgar yang setia dan penyayang.

Perlahan rifa bisa merasakan matanya berair, keajaiban cinta yang membuatnya bisa menangis, dan rohnya mengabur transparan, dan rifa langsung mengerti apa artinya, sebagian diri matinya sudah berjalan melewati jembatan pembatas itu, dengan bisikan penuh arti ia mengatakan “dah kak edgar, rifa akan selalu sayang sama kakak, selamanya, I love you”. Telepati cinta. Edgarbertkata lirih, “kakak sayang kamu rifa, I love you, selamanya” danedgar berjalan menuju rumah seiring dengan tubuh rifa yang sempurna menghilang.

Setahun berikutnya, setiap hari rifa menerima surat beramplop eifel yang cantik, edgar menepati janjinya, dan rifa membalas surat-surat itu dengan datang ke mimpi edgar
Kini rifa mempunyai julukan “si Roh Cinta” dari teman temannya di alam sana. dan ia memajang surat pertama yang diberikan edgar saat di jembatan

 
Rifa Sweetheart

Ini hari kedua kamu dialam sana, rasanya baru kemarin kamu minta kenalan sama kakak  dan si brengsek Rival, maaf, kakak gasempat bilang ke kamu kalau Rival selingkuh sama widya, maafin kakak.

Disana gimana? kakak yakin kamu dapetin tempat yang indah karena kamu gadis baik, kamu mau tau gimana kakak disini? Kakak merana fa, nyesel kenapa dulu galarang kamu jadian sama rival

Kakak akan janji mulai saat ini, mulai hari ini, kakak akan selalu ngirim surat ke kamu, kerna kakak yakin disana kamu bisa baca surat surat kakak, dan seandainya kamu bisa balas, hhaha, hanyalan!

Fa, kakak cuma mau bilang satu hal yang gasempat kakak kerjain, walaupun ini udah telat, tapi kakak sayang kamu fa, akan selalu sayang kamu, kamu baik baik ya disana, I Love You Rifa :’)


29 komentar:

  1. Balasan
    1. thanks, kasih saran buat judul juga dong, hhehe

      Hapus
  2. asiiii.. keren".. spa yg buat yaa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhaha, maksih wi,
      bikin sendiri ini mah
      datang lagi yaa

      Hapus
  3. Balasan
    1. hhaha, amiin ca, cari2 selingan, hhehe
      kasih inspirasia buat judul dong ca.

      Hapus
  4. haha crta yg kompleks nmun menarik :)p

    BalasHapus
  5. panjangnyo laaaai -.-
    sbg pmbca yg berkiblat pd "happy ending", ine lbih pengen liat rifa idup~

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhaha, gamungkin kan tiba2 org yang mati hidup lagi, syok lah urg nyo ne,

      Hapus
  6. Hahaaaaa XD....
    tpi crtanya mnarik bgt,terinspirasi dr mna tuh?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhaha, maksi danii,
      inpirasi? gatau juga yah, kepikiran gitu aja, kasih saran buat judulnya juga dong dan

      Hapus
  7. ceritanya kerenn , menarik dan menginspirasi

    BalasHapus
  8. ooooow....
    lah carito lamo tu....
    lah lamo an danga....

    BalasHapus
    Balasan
    1. rehan dengernya kan juga dari dilla, yee, bacanya di binder kan, dasar rehan!

      Hapus
  9. hmmm, cerpen nya bagus y..
    tapi judul nya mana???

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhahha, maksih sin
      iya nihm, belum nemu judulnya, bagusnya apa yaa? ada saran gak?

      Hapus
  10. semoga terwujud di dunia nyataa...
    hahahaaa... :D

    sehr gut... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhaha, mungkin aja ada zia, kita kan gatau gimana dialam sana, hhaha cinta sejati :)

      Hapus
  11. bgus lho dil cerpenny...
    trus b'karya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih fa, syukur deh kalo banyak yang suka,
      insyaalaah, doa in ajayaa

      Hapus
  12. cerpennya bagus dhil.menarik banget ceritanya.
    keep posting yaa,trs jangan berhenti bikin karya cerpennya

    BalasHapus
  13. waah
    cerpennya menarik untuk dibaca..
    keren..

    BalasHapus
  14. bagus ceritanya dil. tapi lebih bagus lagi kalau kamu buat Judulnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhehe, iya nih siska, gatau mau bikin judul apa, kasih saran dong

      Hapus
  15. buat semuaa, makasih yaa, syukur deh, kalo apada suka,
    tungguin cerpen berikutnya yaa

    BalasHapus